DETAIL INFORMASI
UPNVY PAMERAN PENDIDIKAN DI AFRIKA SELATAN :: dipost pada 16 Desember 2016

Pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2016 untuk pertama kalinya Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta mengikuti pameran pendidikan dalam International Student Fairs Africa (ISFA) di kota Nairobi Kenya di Afrika Timur. Pameran dilanjutkan di kota Mombasa pada tanggal 4 Oktober 2016.

Keikutsertaan tersebut  merupakan bentuk respon aktif atas surat  dari kepala perwakilan RI di Nairobi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI Soehardjono Sastromihardjo. Surat tersebut ditindaklanjuti oleh surat undangan  dari Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kepada beberapa universitas di Indonesia, salah satunya adalah UPN “Veteran” Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Tiga  universitas dari Indonesia ikut berpartisipasi, yaitu Universitas Brawijaya Malang, Universitas Sebelas Maret Solo dan UPN “Veteran” Yogyakarta. Perwakilan dari UPN “Veteran” Yogyakarta adalah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yaitu Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si.

ISFA  merupakan kegiatan pameran pendidikan terbesar di Afrika Timur  yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011. ISFA 2016 diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di kawasan Afrika, Eropa, Asia dan Amerika, antara lain Varsity College South Africa, Santiago Canyon College USA, Middlesex University Dubai UEA, Amity Global Business School Mauritius, Swiss Education Group Sitzerland,Stenden South Africa, Northeastern University USA, Vatel Mauritius, Universitas Sebelas Maret Indonesia, Universitas Brawijaya Indonesia, UPN “Veteran” Yogyakarta Indonesia, St. George’s University West Indies, HTMI Switzerland, Global Education Russia, Universities in Russia Russia. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan sekolah-sekolah internasional dan lokal di Afrika dan dikunjungi oleh calon-calon mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

      Jurusan-jurusan di UPN “Veteran” Yogyakarta yang paling diminati dan  ditanyakan pengunjung untuk  S1 adalah Manajemen, Ilmu Komunikasi, Ilmu Hubungan Internasional, Administrasi Bisnis, Agroteknologi, Teknik Kimia, Teknik Informatika dan Pertambangan. Sementara itu untuk S2 Program Studi yang paling diminati adalah Manajemen dan Ilmu Komunikasi.

Selain berpartisipasi dalam pameran pendidikan, wakil dari UPN “Veteran” Yogyakarta juga mendapat kesempatan untuk melakukan pertemuan dengan United Nations Environment Programme (UNEP) di Nairobi. UNEP diwakili oleh Mette L. Wilkie (Director, Division of Environmental Policy Implementation), Jaime Alexandra Webbe  (Programme Management Officer, Forest and Climate Change, Division of Environmental Policy Implementation), Brian Waswala (Environmental Education Specialist, Environmental Education and Training Unit, Division of Environmental Policy Implementation), dan Ms. Rui Zhang (Associate Programme Officer, Environmental Education and Training Unit, Division of Environmental Policy Implementation).

Pihak UNEP menjelaskan mengenai program Global Universities Partnership on Environment for Sustainability (GUPES) yang merupakan program kerjasama antara UNEP dan perguruan tinggi-perguruan tinggi di seluruh dunia sebagai bentuk pelibatan perguruan tinggi dalam program-program UNEP. GUPES bertujuan untuk mempamerankan program-program cinta lingkungan dan pelestarian lingkungan melalui proses pembelajaran, penelitian, pelibatan masyarakat, dan pengelolaan universitas menuju kampus hijau melalui peningkatan infrastruktur, pemberian fasilitas, pelatihan, serta memperluas pelibatan dan partisipasi  mahasiswa dalam program  pelestarian lingkungan. Saat ini GUPES beranggotakan lebih dari 800 perguruan tinggi yang tersebar di 5 benua.

Dalam kesempatan pertemuan dengan UNEP, Ms Jaime Webbe menawarkan keikutsertaan UPN “Veteran” Yogyakarta untuk bergabung dalam GUPES. UNEP juga menyatakan kesediaan untuk memfasilitasi program kampus hijau (Green University) dengan memberikan materi dan pelatihan. Selain itu UNEP juga  menyatakan kesediaan untuk  menjadi tempat magang mahasiswa, terutama di kantor perwakilan UNEP Asia Tenggara, yaitu di Bangkok Thailand.