DETAIL INFORMASI
Ilmu Komunikasi :: dipost pada 24 April 2014

Website : komunikasi.upnyk.ac.id

SEJARAH

Program Studi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta berdiri sejak Tahun Akademik 1995/1996 berdasarkan Surat Keputusan Bersama Mendikbud RI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan RI No.0370/0/1994 dan Kep/10/IX/1994 tanggal 29 Nopember 1994.

Kegiatan akademik pertama kali dimulai pada tanggal 26 Agustus 1995. Prodi ini mendapatkan status terdaftar dari Ditjen Dikti Mendikbud No 63/Dikti/Kep/1996 tanggal 13 April 1996 dan telah berstatus terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) untuk kedua kalinya berdasarkan SK BAN Perguruan Tinggi Nomor : 020/BAN-PT/Ak-XI/S1/VIII/2008 tanggal 29 Agustus 2008 dengan nilai B.

Pada awal berdirinya, Prodi Ilmu Komunikasi mengkhususkan diri pada bidang kajian jurnalistik. Seiring perkembangan tuntutan keilmuan dan perkembangan industri, bidang kajian saat ini berkembang pada bidang jurnalistik, public relations, advertising dan Broadcasting.

Sumberdaya manusia di Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap berjumlah 20 orang dengan kualifikasi 4 dosen berpendidikan S3, 2 dosen sedang menempuh S3, 15 dosen berpendidikan S2. Tenaga administrasi di Program Studi berjumlah 4 orang. 

VISI
Menjadi Program Studi terdepan dalam menghasilkan lulusan yang profesional dan berorientasi global di bidang komunikasi dengan dilandasi nilai-nilai spiritual, Kedisiplinan, Kejuangan dan Kreatifitas yang tinggi.

MISI

  1. Mengembangkan pendidikan ilmu komunikasi dengan kurikulum yang adaptif, pembelajaran yang inovatif, didukung ketersediaan sarana/prasarana yang memadai dan SDM yang handal.
  2. Membangun iklim kelembagaan yang kondusif dalam memfasilitasi munculnya temuan-temuan dan penelitian-penelitian mutakhir bidang komunikasi yang memberi manfaat bagi pengembangan masyarakat.
  3. Menghasilkan lulusan yang menguasai aspek konseptual dan teknis bidang ilmu komunikasi, mandiri, memiliki integritas, dan mampu bersaing di pasar global.
  4. Menanamkan nilai-nilai spiritual, disiplin, kejuangan, kreatifitas pada civitas akademika.


STRATEGI

  1. Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi yang adaptif.
  2. Meningkatkan dan mengembangkan metode pembelajaran inovatif.
  3. Meningkatan dan menata sarana prasarana pembelajaran.
  4. Membangun kemitraan dengan institusi nasional dan internasional.
  5. Meningkatkan kualitas civitas akademika.
  6. Internalisasi nilai-nilai spiritual, disiplin, kejuangan dan kreatifitas di kalangan civitas akademika.
  7. Optimalisasi sumberdaya untuk mendukung pengembangan Program Studi.


KOMPETENSI LULUSAN
Memiliki kemampuan analisis dalam mencermati fenomena komunikasi dan mendisain/merancang program komunikasi, memiliki kemampuan teknis bidang komunikasi (menulis, berbicara, dan mencipta), mampu memanfaatkan media dan teknologi komunikasi, memiliki sikap profesionalisme (mampu bekerja dalam team, disiplin, percaya diri), serta memiliki etika dalam pengembangan profesi

RUANG LINGKUP KERJA SARJANA LULUSAN ILMU KOMUNIKASI
Dunia penyiaran televisi di Indonesia akan segera memasuki era digital. Pemerintah, melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:07/P/M.KOMINFO/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia, telah menetapkan standar DVB-T (Digital Video Broadcating-Teresterial) sebagai standar penyiaran televisi digital teresterial tidak bergerak di Indonesia. Penetapan tersebut telah menggariskan arah perkembangan penyiaran televisi digital di Indonesia ke depan.

Keputusan pemerintah untuk mengadopsi teknologi penyiaran digital menggantikan teknologi televisi analog memang dapat dipahami. Teknologi penyiaran digital telah menjadi tren teknologi global sehingga harus diikuti apabila bangsa Indonesia tidak ingin tertinggal dan terkucil. Sementara itu, data saat ini di Indonesia terdapat 11 TV berizin siaran nasional, 97 TV berizin regional, 30 TV berlangganan (60 persen TV kabel, 20 persen satelit dan 20 persen Terestrial) serta ada sekitar 300 izin baru yang tak terlayani karena sudah tak tersedia lagi kanal TV (Antara News,2008) Teknologi penyiaran digital kemudian menjadi jawaban yang masuk akal karena teknologi ini dapat memperbanyak kanal televisi.

Selain itu, teknologi televisi digital memungkinkan dipakai untuk melihat simpanan program, integrasi dengan layanan interaktif seperti internet. Layanan teknologi dan konten yang makin beragam ini, membuka peluang yang lebar bagi pemain-pemain baru dalam teknologi TV digital. Pengembangan ekonomi masyarakat pun ikut dikembangkan dalam berbagai matra dari teknologi ini misalnya pada pembuatan aplikasi-aplikasi video, multimedia dan berbagai rumah produksi. Perkembangan ini tentunya akan mendorong industri lain yang disuport oleh industri broadcasting, seperti periklanan dan public relations. 

PROGRAM PENDIDIKAN
Kurikulum yang dikembangkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip UPN “Veteran” Yogyakarta berbasis kompentensi. Sejak tahun 2002 setiap 3 atau 4 tahun sekali selalu diadakan evaluasi apakah kurikulum tersebut masih sesuai dengan perkembangan. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip UPN “Veteran” Yogyakarta menempuh pendidikan selama 8 semester dengan menyelesaikan 144 sks matakuliah dengan perimbangan 60% teori dan 40% praktek.

KEGIATAN MAHASISWA
Untuk menangani dan melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler dibentuk organisasi kemahasiswaan, dimana dalam penyelenggaraannya berpegang pada prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa.

Organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana pengembangan diri ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian. Hakikat organisasi kemahasiswaan adalah wahana dan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya dengan melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler agar tujuan pendidikan tinggi dapat tercapai.

Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan mahasiswa yang dirancang di luar kegiatan akademik yang bertujuan melengkapi kegiatan akademik. Pada tingkat fakultas maupun jurusan, kegiatan ekstrakulikuler untuk mahasiswa meliputi:

  1. Penalaran dan keilmuan dalam bentuk seminar, diskusi, lomba karya ilmiah, dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan secara nyata.
  2. Minat dan bakat seperti olah raga, kesenian dengan tujuan menyalurkan dan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa.
  3. Kesejahteraan mahasiswa dalam bentuk beasiswa, koperasi mahasiswa, pelayanan kesehatan dengan tujuan membantu mahasiswa yang prestasi dan meningkatkan pelayanan pada mahasiswa selain pelayanan akademik.
  4. Bakti Sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kepekaan sosial dalam diri mahasiswa.

Selain itu, di tingkat fakultas maupun jurusan dibentuk organisasi kemahasiswaan untuk membantu mahasiswa berlatih berorganisasi dan bekerjasama antara satu dengan lainnya.

Untuk meningkatkan kualitas kepengurusan organisasi kemahasiswaan, maka dipersyaratkan bagi calon pengurus yaitu minimal telah duduk di semester V dan memiliki IPK minimal 2,75.

Di samping organisasi, terdapat pula organisasi yang lain yaitu Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). Saat ini sudah ada beberapa KSM yang mulai dikembangkan oleh mahasiswa, seperti bidang fotogtafi, audio visual, jurnalistik, bisnis maupun keagamaan
Sedangkan untuk mendukung kegiatan akademik dan praktikum Prodi Ilmu Komunikasi mempunyai laboratorium yang memadai yaitu: laboratorium pers, fotografi, audio visual (TV Kampus), radio, multimedia, dan public relations strategic.


PROGRAM BEASISWA
Program pemberian beasiswa dimaksudkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi, namun mempunyai prestasi akademik yang baik.

Persyaratan umum untuk mendapatkan beasiswa adalah IPK minimal 2,75 dan surat keterangan penghasilan orang tua, serta pernyataan dari kelurahan setempat.

Lembaga-lembaga yang selama ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta adalah dari UPN “Veteran” Yogyakarta, Yayasan Supersemar, Setia Bhakti/Yamaker, Dharma Wangsa, Dharma Pertiwi, PT Djarum dan Kopertis Wilayah V-DIY, dan lain-lain.

KERJASAMA
Kerja sama dilakukan dengan Instansi pemerintah maupun perusahaan meliputi kerjasama yang melibatkan baik tingkat Program Studi, Fakultas dan juga Universitas, yaitu dengan:

  1. PEMDA Kab. Magelang, Jawa Tengah.
  2. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata
  3. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Jakarta.
  4. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta.
  5. Kepala Desa Sambak, Kec. Kajoran, Magelang, Jawa Tengah.
  6. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – LIPI (PDII-LIPI)
  7. Badan Koordinasai Survey Dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).
  8. Kodam IV/Diponegoro, Semarang.
  9. Pemda Propinsi Jawa Timur
  10. Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY
  11. Gubernur Pemerintah Propinsi Gorontalo
  12. Pemda Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
  13. Pemda Kabupaten Bantul, Yogyakarta
  14. Pemda Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta
  15. Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.
  16. Pemerintah ProvinsiKalimantan Barat
  17. PT. Yogyakarta Tugu Televisi (Tugu TV).
  18. PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.
  19. Perhimpunan Masyarakat Kehumasan (PERHUMAS) Yogyakarta.  
  20. SKH Kedaulatan Rakyat Yogyakarta
  21. PT. Media Inti Komunika, Jakarta.
  22. LBPP LIA Jakarta