UPN VETERAN YOGYAKARTA SELENGGARAKAN UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026

  • Selasa 02 Juni 2026
  • Oleh : Dewi
  • 63
  • 2 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, Selasa 2 Juni 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) menyelenggarakan upacara bendera secara khidmat di lingkungan kampus. Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si., membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.

Dalam amanatnya, Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si. menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini merupakan refleksi mendalam untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

"Pancasila adalah 'bintang penuntun' yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ujar Dr. Machya saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Beliau juga menekankan bahwa Pancasila berfungsi sebagai 'jangkar moral' dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik yang kian dinamis.

Menyelaraskan pesan nasional dengan lingkungan akademis, pidato yang dibacakan tersebut juga memberikan ajakan kuat kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda dan mahasiswa sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya menjadi hiasan dinding atau teks mati di buku sejarah.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya komitmen bersama untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.

Melalui naskah pidato Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang dibacakannya, Pembina Upacara juga mengingatkan kontribusi nyata Indonesia di panggung internasional—mulai dari pengiriman pasukan perdamaian PBB hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa terjajah—sebagai wujud nyata dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Upacara yang diikuti oleh seluruh civitas akademika ini mengusung tema besar nasional, yaitu Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.