Iran Corner Hadir di FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta, Jadi Ruang Diplomasi Budaya dan Kolaborasi Global

  • Rabu 23 September 2026
  • Oleh : Admin
  • 26
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA – Iran Corner hadir di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sebagai ruang untuk memperluas diplomasi budaya dan memperkuat kolaborasi global. UPN “Veteran” Yogyakarta terpilih sebagai salah satu dari sekitar sepuluh perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi lokasi Iran Corner.

Kehadiran Iran Corner menjadi bagian dari kerja sama antara FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta dengan Konsulat Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), di Ruang Seminar Gedung Agussalim, Rabu (23/9/2026).

Konsuler Kebudayaan Kedutaan Besar Iran, Dr. Yahya Jahangiri, mengatakan kerja sama ini membuka kesempatan bagi sivitas akademika UPN “Veteran” Yogyakarta untuk mengenal Iran melalui perspektif budaya, akademik, dan sosial, sekaligus memperluas ruang dialog dan pertukaran pengetahuan mengenai kawasan Timur Tengah.

“Melalui Memorandum of Agreement hari ini, kami membuka kolaborasi lebih luas dengan UPN “Veteran” Yogyakarta,” ujarnya.

Rangkaian penandatanganan Memorandum of Agreement dilanjutkan dengan penyampaian Kuliah Umum oleh Dr. Yahya Jahangiri bertajuk “Cultural Diplomacy between Iran and Indonesia and the Future of South-South Cooperation”. Ia menyoroti peran strategis diplomasi budaya dalam memperkuat posisi negara-negara berkembang di tatanan global, serta menekankan bahwa hubungan dan kerja sama Selatan-Selatan memerlukan pemahaman mendalam atas prioritas serta latar belakang sejarah dan budaya masing-masing negara.

“Kerja sama Selatan-Selatan tidak cukup dibangun di atas kesamaan posisi politik, tetapi juga memerlukan pemahaman yang mendalam tentang sejarah, budaya, dan prioritas pembangunan masing-masing negara. Indonesia dan Iran memiliki pengalaman yang dapat saling melengkapi dalam hal ini,” ungkap Yahya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Susanta, menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi penting bagi pengembangan akademik kampus yang berkelanjutan.

“Hari ini bukan hanya tentang menandatangani dokumen. Lebih dari itu, hari ini adalah langkah awal bagi sebuah kerja sama yang kita harapkan dapat berjalan panjang dan bermanfaat,” ujar Susanta.

Susanta menambahkan, posisi Iran sebagai bangsa dengan peradaban membentang lebih dari dua milenium menjadi laboratorium pembelajaran yang sangat kaya bagi sivitas akademika UPN “Veteran” Yogyakarta. Pemahaman mendalam terhadap pergulatan tradisi, modernitas, serta akulturasi budaya Persia, Arab, dan Turki di Iran dinilai penting untuk memperkaya wawasan akademis dalam menavigasi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Langkah nyata yang mengawali kerja sama dua pihak adalah aktivasi Iran Corner di Laboratorium Organisasi Internasional FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta. Fasilitas ini menyediakan akses langsung ke sumber daya akademis primer, dilengkapi koleksi buku berliteratur Parsi, Arab, Indonesia, dan Inggris, serta materi multimedia tentang budaya, sejarah, dan pemikiran politik.

Ke depan, Iran Corner diproyeksikan menjadi pusat kegiatan yang hidup dan produktif melalui penyelenggaraan kursus bahasa Persia, seminar ilmiah, hingga diskusi dan event kebudayaan. Fasilitas ini dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, maupun masyarakat umum yang ingin mendalami kajian studi kawasan secara komprehensif.

Melalui penguatan kerja sama internasional dan penyediaan fasilitas akademis yang memadai ini, FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang berdaya saing, berpikiran terbuka, serta memiliki pemahaman komprehensif terhadap dinamika politik dan kebudayaan global.

Penulis : Ocha
Editor : Dewi,Ulfa