Olah Limbah Tahu hingga Digitalisasi Desa, Inovasi Mahasiswa UPN

  • Kamis 30 Juli 2026
  • Oleh : Dewi
  • 123
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

KULON PROGO, 29 Juli 2026 — Mengubah limbah cair industri tahu menjadi Pupuk Organik Cair (POC), memproduksi briket ramah lingkungan, hingga mempercepat digitalisasi UMKM desa menjadi bukti konkret kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat tapak.

Inovasi terapan ini dipamerkan oleh 120 mahasiswa KKN Angkatan ke-84 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta dalam ajang Expo KKN Berdampak 2026 di Balai Budaya Desa Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (29/7).

Lewat tema “Kolaborasi Membangun Tuksono Mandiri”, program yang tersebar di 12 padukuhan ini memadukan riset akademis dengan kebutuhan warga, mencakup pengolahan limbah, ecoprint, pencegahan stunting, hingga literasi keuangan digital.

Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menegaskan pentingnya pergeseran paradigma pengabdian masyarakat. Menurutnya, ukuran keberhasilan KKN modern tidak lagi terletak pada banyaknya program formal, melainkan pada dampak jangka panjang yang ditinggalkan.

"Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar program akademik, tetapi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin mahasiswa menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi desa, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi. Kampus harus hadir memberikan dampak, bukan hanya menghasilkan laporan kegiatan," tegas Prof. Irhas.

Ia menambahkan, KKN UPN "Veteran" Yogyakarta berpijak pada tiga pilar utama: pemetaan masalah lokal, pencarian solusi berbasis kapasitas warga, serta pendampingan berkelanjutan.

"Mahasiswa harus meninggalkan pengetahuan, sistem, dan inovasi yang bisa terus berkembang setelah mereka kembali ke kampus," imbuhnya.

Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAy Adipati Paku Alam menyampaikan bahwa sinergi mahasiswa dengan kader PKK dari tingkat provinsi hingga desa terbukti efektif dalam memetakan serta memecahkan masalah lokal.

"Saya melihat inovasi yang dihasilkan mahasiswa lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program yang dibawa dari kampus. Ketika ilmu pengetahuan dipadualkan dengan potensi lokal dan semangat gotong royong, desa akan memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri," ujar GKBRAy Adipati Paku Alam.

Ia pun mengimbau agar pola pendampingan perguruan tinggi seperti ini dapat terus dipertahankan secara konsisten agar manfaatnya berjangka panjang.

Sementara itu, Panewu Sentolo, Armawati, S.Sos., M.Si., menggarisbawahi bahwa kehadiran mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta tidak hanya menyentuh aspek ekonomi dan lingkungan, tetapi juga memperkuat pilar budaya serta agenda Reformasi Kalurahan di DIY.

"Sinergi bersama antara mahasiswa UPN 'Veteran' Yogyakarta dengan Tim Penggerak PKK dalam berbagai kegiatan—mulai dari pelestarian budaya Baritan, keagamaan, olahraga, hingga pendampingan program Aku Hatinya PKK—menunjukkan semangat kebersamaan yang sangat hidup," puji Armawati.

Menurut Armawati, kolaborasi lintas elemen ini secara nyata mempercepat penguatan kapasitas warga di wilayah Kapanewon Sentolo sesuai prinsip "SAE" (Sinergi, Akuntabel, Efektif, dan Efisien).

Rangkaian acara penutupan KKN ditutup secara khidmat dengan penyerahan kembali mahasiswa kepada pihak universitas diiringi alunan musik karawitan khas Yogyakarta.

Penulis: Dewi