Prof. Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Periode 2026–2030

  • Selasa 27 Oktober 2026
  • Oleh : Dewi
  • 84
  • 4 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

JAKARTA, 27 Oktober 2026 — Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D., resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Pembangunan Nasional  (UPN) “Veteran” Yogyakarta  periode 2026–2030. Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, di Graha Diktisaintek, Gedung D lantai 2, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru UPNVY dengan sejumlah agenda strategis, di antaranya peningkatan jumlah guru besar, penguatan daya saing perguruan tinggi, serta penjajakan transformasi kelembagaan menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Dalam sambutannya, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian pejabat atau pemenuhan prosedur administratif, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui pelayanan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Ukuran keberhasilan sebuah jabatan bukanlah posisi yang dicapai, melainkan manfaat dan dampak yang dihasilkan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari capaian administratif dan akademik, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat, dunia industri, pembangunan daerah, dan kemajuan bangsa.

Kepada para pimpinan perguruan tinggi negeri, Prof. Badri mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya transformasi perguruan tinggi secara bertahap, dari teaching university menuju research university, kemudian berkembang menjadi entrepreneurial university.

Ia berharap para pimpinan perguruan tinggi mampu membangun kolaborasi, mengembangkan talenta, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, para pejabat fungsional dan pengawas diharapkan memperkuat profesionalisme, integritas, kompetensi, kedisiplinan, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.

“Kebijakan yang baik tidak akan memberikan hasil optimal tanpa pelaksanaan yang tepat, terukur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Prof. Badri juga menyampaikan penghargaan kepada para rektor yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun pendidikan tinggi, sains, dan teknologi Indonesia yang unggul, inklusif, adaptif, dan berdampak.

Usai pelantikan, Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D. menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus awal kepemimpinannya di UPN “Veteran” Yogyakarta. Salah satu agenda utama adalah meningkatkan jumlah guru besar sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi.

“Program prioritas yang paling segera adalah mengejar jumlah guru besar, yang saat ini masih sangat kurang,” kata Prof. Ridho.

Menurutnya, penguatan jumlah guru besar menjadi langkah penting untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan kampus. Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik UPN “Veteran” Yogyakarta dalam menghadapi persaingan antar perguruan tinggi.

Selain pengembangan sumber daya akademik, Prof. Ridho menargetkan peningkatan peringkat dan daya saing UPN “Veteran” Yogyakarta. Ia juga menyinggung peluang transformasi kelembagaan menuju status PTN-BH yang menurutnya berpotensi terealisasi mulai tahun depan.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UPN “Veteran” Yogyakarta  agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Sementara itu, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta periode 2018-2022, 2022-2026 menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Ridho atas amanah kepemimpinan yang diterimanya. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus membawa universitas berkembang lebih maju.

Prof. Irhas menitipkan empat pesan utama bagi kepemimpinan UPN “Veteran” Yogyakarta  periode 2026–2030.  Pertama, menjaga marwah UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai kampus yang mewarisi nilai perjuangan para pendahulu dan memiliki identitas sebagai kampus bela negara.

Kedua, memperkuat kekompakan seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting untuk mempercepat pencapaian tujuan institusi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif.

Ketiga, melanjutkan dan memperkuat tata kelola universitas di seluruh lini, meliputi bidang akademik, sumber daya manusia, keuangan, serta berbagai sumber daya pendukung lainnya. Tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program dan peningkatan kinerja institusi.

Keempat, mendorong UPN “Veteran” Yogyakarta   semakin berkembang sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

Ia berharap fondasi kelembagaan yang telah dibangun dapat menjadi pijakan bagi rektor baru untuk mempercepat kemajuan universitas tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas UPN “Veteran” Yogyakarta.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2030, UPN “Veteran” Yogyakarta   diharapkan mampu memperkuat kualitas akademik, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan tata kelola yang semakin baik. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meneguhkan peran UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berkarakter bela negara, unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Penulis: dws