Kepala BRIN Tinjau Migas Center UPN “Veteran” Yogyakarta, Dorong Penguatan Inovasi Energi Nasional

  • Jumat 11 September 2026
  • Oleh : Dewi
  • 30
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 11 September 2026 — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., meninjau Migas Center Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Rabu (9/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Umum “Arah Kebijakan Riset Nasional dalam Mendukung Pembangunan Daerah yang Berdampak” di Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPNVY. 

Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi BRIN dan UPNVY dalam pengembangan riset dan teknologi energi. Prof. Arif menilai penguasaan teknologi energi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem teknologi nasional, terutama di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI), data center, dan high performance computer (HPC) yang membutuhkan dukungan energi dalam jumlah besar. 

“Lapis paling dasar dari AI adalah energi. Pembangunan data center dan high performance computer membutuhkan energi yang sangat besar. Karena itu, penguasaan teknologi energi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem teknologi nasional,” ujar Prof. Arif. 

Menurut Prof. Arif, UPNVY memiliki posisi strategis karena memiliki kompetensi di bidang energi dan mineral. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui riset mineral kritis, termasuk rare earth elements (REE) atau logam tanah jarang yang menjadi bahan baku berbagai teknologi strategis. 

BRIN, lanjutnya, membuka peluang bagi dosen dan peneliti UPNVY untuk memanfaatkan fasilitas laboratorium dan HPC BRIN guna mengembangkan riset mineral kritis maupun teknologi energi hingga menghasilkan material dan teknologi bernilai tambah. 

Sejalan dengan dorongan tersebut, Rektor UPNVY Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menegaskan bahwa pengembangan riset UPNVY diarahkan dari hulu hingga hilir dan tidak berhenti pada publikasi ilmiah. 

Setiap riset perlu memiliki roadmap yang jelas, mulai dari invensi, inovasi, pengembangan prototipe, pengujian, hingga komersialisasi. Menurutnya, proses tersebut penting untuk memastikan hasil riset memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara. 

“Selama ini kita mungkin sibuk dengan publikasi, Scopus, dan macam-macam. Namun, masyarakat dan pembangunan bertanya, apa manfaatnya bagi kita semua? Inilah yang kita sebut dengan dampak,” ujar Prof. Irhas. 

Ia menjelaskan, riset UPNVY diarahkan menghasilkan tiga dampak utama, yakni dampak pengetahuan (knowledge impact), ekonomi (economic impact), dan sosial (social impact). 

“Semua riset kita harapkan memiliki dampak ekonomi dan dampak pengetahuan, tetapi sekaligus memberikan dampak sosial,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Migas Center SKK Migas–UPNVY, Dr. Ir. Sayoga Heru Prayitno, M.T., IPU, ASEAN Eng., menjelaskan bahwa Migas Center mengembangkan berbagai kegiatan riset dan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan lapangan. 

Kegiatan tersebut meliputi inventarisasi dan evaluasi sumur tua maupun suspended well, kajian reservoir dan sumur, pengembangan serta pengujian teknologi, hingga implementasi di lapangan. Rangkaian kegiatan diarahkan untuk mendukung reaktivasi mulai sumur tua, sumur idle, sumur masyarakat (sumur BKU) serta mature field guna meningkatkan produksi migas nasional. 

Migas Center sebagai Center of Excellence for Mature Fields and Idle Wells. Karena itu, riset yang dikembangkan tidak berhenti pada kajian atau prototipe, tetapi  hingga pengujian dan implementasi di lapangan,” jelas Sayoga. 

Pengembangan Migas Center dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata industri. 

Kunjungan Kepala BRIN memperkuat komitmen UPNVY dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif dan berorientasi pada hilirisasi. Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan industri diharapkan mampu menghasilkan inovasi teknologi energi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi migas, penciptaan nilai ekonomi, dan pembangunan nasional.