GKBRAA Paku Alam Apresiasi Kolaborasi KKN UPN “Veteran” Yogyakarta dengan PKK di Desa Tuksono
KULON PROGO, 29 Juli 2026 – Kolaborasi antara perguruan tinggi, Tim Penggerak PKK, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi model pemberdayaan yang mampu melahirkan inovasi sekaligus memperkuat pembangunan desa. Hal tersebut mengemuka saat Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., bersama Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam (GKBRAA Paku Alam) selaku Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Daerah Istimewa Yogyakarta meninjau Expo KKN Berdampak 2026 di Balai Budaya Desa Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.
Dalam kegiatan tersebut, 120 mahasiswa KKN Angkatan ke-84 yang tersebar di 12 padukuhan memamerkan berbagai inovasi hasil pendampingan masyarakat, mulai dari pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair, briket ramah lingkungan, lilin berbahan minyak jelantah, digitalisasi UMKM dan layanan desa, hingga edukasi literasi digital, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
"Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar program akademik, tetapi ruang implementasi ilmu pengetahuan untuk menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Kampus harus hadir memberikan dampak, bukan hanya menghasilkan laporan kegiatan," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan KKN diukur dari keberlanjutan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdiannya.
Sementara itu, GKBRAA Paku Alam mengapresiasi sinergi yang terjalin antara mahasiswa KKN UPN "Veteran" Yogyakarta dengan Tim Penggerak PKK dari tingkat provinsi hingga desa.
"Saya sangat senang dengan pelaksanaan KKN UPN 'Veteran' Yogyakarta di Desa Tuksono karena mampu membangun kolaborasi yang erat bersama Tim Penggerak PKK. Mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga menghadirkan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata di desa," katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus dilanjutkan agar pendampingan kampus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Harapan saya, pendampingan dari pihak kampus tidak berhenti pada kegiatan KKN saja, tetapi terus berlanjut sehingga Desa Tuksono semakin mandiri dan berkembang. Semoga seluruh inovasi yang dihasilkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Lurah Tuksono, Zainuri, mengatakan program KKN telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penguatan kapasitas warga di bidang teknologi, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan potensi desa.
"Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran mahasiswa UPN 'Veteran' Yogyakarta. Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga inovasi yang telah dibangun bersama benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tuksono," ujarnya.
Indonesia
English