Yoseph Lulus Doktor di UPN “Veteran” Yogyakarta, Teliti Skandium untuk Dukung Teknologi Energi Hidrogen

  • Rabu 24 Juni 2026
  • Oleh : Dewi
  • 47
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA, 24 Juni 2026 – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta kembali mencatat kontribusi penting dalam pengembangan ilmu kebumian dan eksplorasi mineral kritis nasional. Yoseph Herwindo Paskarino, profesional geologi sekaligus Exploration Expert Specialist, PT ANTAM (Persero) Tbk, berhasil meraih gelar Doktor Teknik Geologi melalui penelitian mengenai model pengayaan skandium dalam laterit nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Dalam Sidang Terbuka yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, Yoseph mempertahankan disertasi berjudul “Model Pengayaan Skandium dalam Laterit Nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.” Penelitian ini menjadi penting karena skandium merupakan salah satu unsur tanah jarang kritis dan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dibutuhkan dalam teknologi masa depan, termasuk pengembangan energi hidrogen, industri pertahanan, kedirgantaraan, serta material ringan berkinerja tinggi.

Skandium saat ini banyak digunakan sebagai bahan penting dalam Solid Oxide Fuel Cell/SOFC, salah satu teknologi yang berperan dalam pengembangan energi berbasis hidrogen. Selain itu, skandium juga dimanfaatkan sebagai elemen pemadu aluminium-skandium untuk meningkatkan kekuatan mekanik dan ketahanan korosi pada material industri pertahanan dan kedirgantaraan.

“Selama ini, skandium di Indonesia sering kali hanya diperlakukan sebagai unsur ikutan tanpa kerangka genetik yang jelas. Penelitian ini membangun model berbasis proses untuk menjelaskan bagaimana skandium terbentuk, berpindah, dan terkonsentrasi dalam sistem laterit nikel,” ujar Yoseph.

Penelitian Yoseph difokuskan pada empat blok laterit nikel di Kompleks Ofiolit Sulawesi Timur di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Melalui pendekatan geologi, mineralogi, dan geokimia, penelitian ini menganalisis hubungan antara batuan induk ultramafik, proses pelapukan tropis, serta mineral pembawa skandium.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan ultramafik seperti lherzolit, harzburgit, dunit, dan klinopiroksenit menjadi sumber utama skandium. Kadar awal skandium pada batuan dasar yang semula berkisar 3 hingga 16 ppm mengalami pengayaan akibat proses pelapukan tropis dalam jangka panjang. Pada beberapa blok penelitian, kadar skandium pada zona limonit rata-rata dapat mencapai lebih dari 100 ppm.

Yoseph juga menemukan bahwa unsur aluminium memiliki peran penting dalam membawa skandium pada batuan asal dibandingkan unsur besi dan magnesium. Kesamaan valensi antara aluminium dan skandium membuat unsur tersebut lebih stabil dalam mineral augit. Pada tahap lateritisasi, skandium terlepas, kemudian terkonsentrasi pada zona limonit melalui mekanisme adsorpsi dan substitusi pada mineral oksida besi sekunder seperti goetit dan hematit.

Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., menyampaikan bahwa riset ini menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan sumber daya mineral strategis nasional.

“Riset ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan sumber daya alam. Temuan seperti ini dapat mendukung hilirisasi mineral, pengembangan teknologi, dan kemandirian energi bersih di Indonesia,” ujar Rektor.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. R. M. Basuki Rahmad, M.T., menilai penelitian Yoseph memberikan kontribusi baru dalam geologi ekonomi karena tidak hanya mengidentifikasi keberadaan skandium, tetapi juga menjelaskan proses pengayaannya.

“Model yang dihasilkan dari penelitian ini dapat menjadi acuan penting dalam eksplorasi mineral kritis, khususnya skandium pada endapan laterit nikel. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi mineral strategis yang selama ini belum banyak dikembangkan,” katanya.

Dengan temuan tersebut, Indonesia memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat untuk menyusun strategi eksplorasi dan pemanfaatan skandium sebagai produk sampingan bernilai tinggi dari industri nikel laterit. Riset ini juga memperkuat posisi UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu kebumian, hilirisasi mineral, dan transisi energi hijau.

Perjalanan akademik Yoseph juga menjadi perhatian karena seluruh jenjang pendidikan tingginya, mulai dari sarjana, magister, hingga doktoral, ditempuh di Jurusan Teknik Geologi UPN “Veteran” Yogyakarta, serta Diplome d'Expert dan Master Science dari Ecole Nationale Superieure de Geologie, Nancy, Perancis.

Penulis: Dewi