UPN “Veteran” Yogyakarta & GAPKI Bedah Masa Depan Industri Sawit Nasional

  • Kamis 22 Januari 2026
  • Oleh : Dewi
  • 48
  • 2 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA,  Industri kelapa sawit Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa stagnasi produksi dan fluktuasi nilai ekspor di  pasar global. Menanggapi dinamika tersebut, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) berkolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Menakar Industri Sawit dari Aspek Ekonomi, Sosial dan Lingkungan” pada Kamis, 22 Januari 2026 di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta.

Forum yang digelar di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPNVY ini mempertemukan para  pemangku kebijakan, akademisi dan pelaku industri untuk merumuskan peta jalan (roadmap) industri sawit yang berkelanjutan.

Ketua Umum GAPKI, Ir. Eddy Martono R, MM,  yang juga merupakan alumnus UPNVY, menegaskan peran krusial industri kelapa sawit sebagai pilar utama ekonomi nasional serta menyokong kebutuhan pangan dan energi dunia. Ia memberikan motivasi kepada mahasiswa agar optimis melihat masa depan sektor ini.

"Sawit Indonesia adalah penopang ekonomi nasional dan menyediakan pangan serta energi untuk dunia. Sawit Indonesia sangat dibutuhkan dunia, oleh karena itu tidak usah khawatir, masa depan industri sawit masih sangat bagus,” terang Edy Martono.

Dekan Fakultas Pertanian UPNVY, Dr. Ir. Budi Widayanto, M.Si, menyampaikan bahwa pihak kampus memiliki komitmen untuk berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi nasional. Seminar ini menjadi wadah untuk membahas  industri sawit agar statusnya mengingat menjadi komoditas strategis nasional

"UPN “Veteran” Yogyakarta berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Sawit merupakan produk yang sangat strategis karena kita adalah produsen nomor satu di dunia. Ini harus menjadi unggulan dan komoditas strategis nasional, kita harus berjuang untuk itu”, terang Dekan FP UPNVY.

Ketua Penyelenggara sekaligus dosen Ilmu Tanah UPNVY, Muhamad Kundarto, SP, MP, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata berupa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Pertanian dan Jurusan Ilmu Tanah UPNVY dengan GAPKI.

Seminar ini juga mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat diimplementasikan lebih luas melalui penyusunan rekomendasi kebijakan (policy brief)  yang rencananya akan disampaikan kepada Presiden Prabowo.

“Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan para pakar untuk merumuskan gagasan agar sawit menjadi komoditas strategis nasional. Kami berkomitmen menyusun policy brief sebgai bahan pertimbangan strategis bagi pimpinan negara,” ungkap Ketua Penyelenggara.

Acara ini menghadirkan narasumber ahli di antaranya Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto, MSc. (Aspek Lahan), Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc. (Aspek Ekonomi), Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, M.Sc. (Aspek Lingkungan), dan Prof. Dr. Ir. Zulkarnain, MS  (Komoditi Strategis).

Penulis: Dewi