Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Pimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118

  • Rabu 20 Mei 2026
  • Oleh : Dewi
  • 31
  • 3 Menit membaca
UPN VETERAN Yogyakarta

YOGYAKARTA , 20 Mei 2026 – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman kampus  diikuti oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. 

Bertindak sebagai pembina upacara, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si  Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta membacakan sambutan resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema yang sangat krusial bagi masa depan bangsa, yaitu "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara"

Dalam sambutan yang dibacakannya, Rektor mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali merefleksikan momentum fundamental berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Peristiwa bersejarah tersebut merupakan awal bangkitnya kesadaran berbangsa, di mana perjuangan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat. 

"Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa kita telah bergeser. Jika dahulu para pendahulu kita berjuang demi kedaulatan teritorial, kini kita dihadapkan pada perjuangan mempertahankan kedaulatan informasi dan akselerasi transformasi digital," ujar Rektor saat menyampaikan pidato tertulis Menteri Komunikasi dan Digital. 

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yaitu terus menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa sedikit pun kehilangan jati diri bangsa. Kebangkitan ini menuntut keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Beberapa program nyata yang disoroti antara lain Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi guna memutus ketimpangan kualitas SDM, serta layanan Cek Kesehatan Gratis. Selain itu, penguatan ekonomi desa juga dipacu melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar masyarakat lebih mandiri. 

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga melakukan ikhtiar besar dalam melindungi generasi muda di ruang digital. Langkah nyata ini ditandai dengan pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) pada awal tahun ini. Melalui kebijakan tersebut, per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya guna memastikan ruang digital yang sehat dan beretika. 

Terkait kebijakan digital tersebut, Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta menegaskan bahwa sebagai kampus pionir pembangunan, seluruh elemen universitas harus ikut mengawal aturan ini. Rektor menyatakan bahwa kebijakan pembatasan akses digital bagi anak di bawah usia 16 tahun merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa agar tumbuh di lingkungan digital yang sehat. 

Di akhir sambutan, Rektor menekankan pentingnya menempatkan Asta Cita—delapan misi besar pembangunan—sebagai kompas utama dalam meneguhkan arah perjalanan bangsa. Momentum Harkitnas ke-118 ini diharapkan menjadi panggilan bagi seluruh elemen akademisi dan mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta untuk kembali menyalakan api "Boedi Oetomo". 

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang kita ambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," pungkas Rektor menutup pembacaan sambutan. Upacara pun diakhiri dengan doa bersama untuk kejayaan bangsa Indonesia di kancah dunia.

Penulis: Dewi