AIESEC In UPNVYK Adakan Webinar Tentang Penanganan Perubahan Iklim Dengan Konsep Time Travelling

  • 30 January 2022 , 10:56 AM
  • Oleh : Dewi
  • 725
UPN VETERAN Yogyakarta

Sleman – AIESEC In UPN “Veteran“ Yogyakarta (UPNVYK) mengadakan webinar dengan tema “Climate Documentary: What’s Wrong with My Earth”. Acara dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom Meeting  pada Minggu (30/01/2022).  Webinar ini menghadirkan pembicara dengan latar belakang yang berbeda yaitu Nala Amirah Putri selaku Founder & Excecutive Director in Green Welfare Indonesia, Muhamad Agung T.A  yang merupakan Volunteer pada Carbonethics, dan Ni Made Dwi S. selaku Program Manager ecoBali.

 

Menurut penjelasan dari Ni kadek putri selaku moderator, webinar ini membahas topik mengenai Sustainable Development Goals  nomer 13, yaitu penanganan perubahan iklim dengan konsep time travelling. “Konsep kita adalah time travelling. Kapan bumi berubah, apa yang terjadi pada bumi, dan apa yang perlu kita lakukan untuk bumi di masa depan,” pungkasnya.

 

Dalam pernyataan pembukanya, Nala Amirah Putri mengungkapkan pengaruh dari perubahan iklim. “Perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi bumi kita, tetapi juga mempengaruhi masyarakat secara umum dan dimensi ekonomi,” ungkapnya. Berdasarkan keterangan dari Nala, pemerintah Indonesia sebenarnya telah menetapkan berbagai kebijakan mengenai isu iklim, tetapi disayangkan bahwa kebijakan tersebut belum bekerja secara maksimal. Untuk itu, Nala memberikan tips bagi mahasiswa agar dapat berkontribusi terhadap krisis iklim dengan memulai aksi dari lingkungan terdekat seperti keluarga. Namun demikian, perubahan individu saja tidak cukup. “Perlu tekanan untuk melawan sistem politik, ekonomi, dan sosial yang ada. Semua bagian dari masyarakat harus ikut serta,” ungkap Nala.

 

Pada sesi selanjutnya, Muhamad Agung T.A menjelaskan bahwa terdapat 9 faktor yang menentukan keseimbangan bumi. “Saat satu faktor terganggu, maka 8 faktor lainnya akan ikut terganggu,” pungkasnya. Agung menyampaikan bahwa perubahan iklim dapat membawa dampak yaitu kemiskinan, kenaikan permukaan air laut, bencana alam, dan masih banyak lain. Setelah melakukan paparan, Agung mengajak peserta webinar untuk berdiskusi bersama mengenai solusi untuk permasalahan yang berkaitan dengan perubahan iklim.

 

Pada pertengahan webinar, diadakan sesi Focus Group Disccussion (FGD). Topik yang dibahas tentunya masih seputar perubahan iklim, khususnya mengenai bagaimana cara untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam menanggulangi krisis tersebut. Sesi ini dilakukan dengan menggunakan fitur breakout room, dimana masing-masing room berkapasitas 10 peserta. Adapun, diskusi berlangsung selama 12 menit dengan 5 menit waktu diskusi di ruang zoom utama. Pada sesi ini, peserta diberikan ruang untuk menyuarakan pendapatnya terkait tema yang dibahas dengan didampingi oleh fasilitator yang turut masuk kedalam room

 

Setelah sesi FGD berakhir, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pembicara terakhir yaitu Ni Made Dwi. Dwi menyampaikan bahwa apabila masyarakat tidak peduli akan sampah  yang mereka hasilkan, maka pada tahun 2050 kemungkinan akan lebih banyak sampah di laut dibandingkan dengan ikan. Selanjutnya, Dwi memberikan tips dalam melakukan pengelolaan sampah. “Kita dapat melakukan 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan an-organik, dan melakukan decluttering pakaian,” jelasnya. Pada akhir pemaparan, Dwi menyampaikan bahwa perubahan  dapat dimulai dari diri kita sendiri. “Small changes, big impact” tutup Dwi.

 

Salah seorang peserta webinar bernama Annisa menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini.  “Menurut saya, topik pembahasan dalam webinar kali ini sangat menarik. Perubahan iklim merupakan isu yang sangat penting dibahas apalagi jika target dari pembahasan ini adalah pemuda, karena pemuda merupakan agen perubahan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Annisa menambahkan bahwa dengan adanya sesi webinar ini ia menjadi sadar mengenai perubahan apa yang terjadi pada bumi, dan bagaimana cara menanggulangi isu Perubahan iklim.

Previous Next