UPN VETERAN YOGYAKARTA JALIN KERJA SAMA DENGAN LNSW KEMENKEU RI

  • 18 February 2022 , 10:23 AM
  • Oleh : Dewi
  • 731
UPN VETERAN Yogyakarta

Meningkatkan kualitas mahasiswa dan SDM (Sumber Daya Manusia), UPNVY (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta) melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan LNSW Kemenkeu RI (Lembaga National Single Window Kementerian Keuangan Republik Indonesia) tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Pendidikan PT (Perguruan Tinggi) dan Pelaksanaan Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), di Gedung Rektorat Kampus Bela Negara UPNVY di Jalan Padjajaran (Lingkar Utara), Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Kamis (17/2/2022).

 

MoU ditandatangani oleh Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si. selaku Rektor UPNVY dan Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom., M.M. selaku Kepala LNSW.

 

Prof. Irhas menuturkan, MoU antara UPNVY dan LNSW memiliki ruang lingkup meliputi penyelenggaraan Tri Dharma Pendidikan (Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) PT, dan pelaksanaan Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

 

"UPNVY mengharapkan mahasiswa bisa mendapatkan kesempatan magang dan pelatihan di LNSW untuk meningkatkan kompetensinya sekaligus memenuhi salah satu dari 9 komponen Program MBKM," ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang baik ini, Prof. Irhas, sangat menyambut baik kerjasama lintas sektoral antara lembaga, dalam hal ini UPNVY dengan LNSW. Rektor mengharapkan, dengan berlandaskan semangat kemitraan, kerja sama yang memiliki nilai strategis ini membawa dampak positif yang akan memberikan kemajuan dan manfaat bagi perkembangan kedua lembaga sekaligus bagi masyarakat luas.

 

"Kerjasama ini bertujuan mendorong peningkatan kualitas pelayanannya yang lebih baik kepada masyarakat dan menambah kepercayaan dari para stakeholder (pemangku kepentingan)," ungkapnya.

 

Melalui kerja sama dengan LNSW, pengelolaan keuangan UPNVY yang saat ini sudah berubah menjadi BLU (Badan Layanan Umum) diharapkan bisa memenuhi target-target IKU (Indeks Kinerja Utama) yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek RI (Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI).

 

"Kemitraan ini semoga bisa menghadirkan energi baru yang memantik semangat bagi UPNVY dan LNSW  sehingga akan bermuara kepada semakin meningkatnya tingkat kepercayaan dan pengakuan masyarakat terhadap kinerja dan layanan dari kedua lembaga untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara tercinta," imbuhnya.

 

MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama) yang akan dituangkan ke dalam poin-poin yang bersifat lebih teknis, agar bisa segera terealisasikan dan memberikan manfaat yang signifikan bagi UPNVY dan LNSW.

 

Dalam kesempatan itu, Dr. Hendro Widjanarko, S.E, M.M. selaku Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) UPNVY mengharapkan dukungan dari LNSW dalam Program Pengabdian Masyarakat dari para Dosen UPNVY untuk membantu percepatan ekspor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dalam hal penyiapan produk, pengurusan administrasi dokumen, dan mencari buyer.

 

Sementara itu, Agus Rofiudin menjelaskan, LNSW dibentuk oleh pemerintah untuk memperbaiki tata kelola, memperbaiki sistem agar semakin terintegrasi, menciptakan suatu sinergi kolaborasi yang pada ujungnya dapat memberikan keringanan bagi masyarakat dan dunia usaha agar tidak harus melakukan berbagai macam prosedur yang berulang-ulang namun tidak ada nilai tambahnya.

 

Agus Rofiudin mengatakan, kerja sama dengan UPNVY ini sangat terkait dengan tugas dari LNSW di bidang Minerba (Mineral dan Batubara) dan Migas (Minyak dan Gas Bumi) dalam aspek penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Lebih spesifik lagi adalah dalam aspek tata kelola pergerakan dokumen dan barang, dari hulu ke hilir namun bukan ke industrinya.

 

"LNSW memiliki peran yang sangat strategis karena mengemban mandat internasional, dalam hal ini Bank Dunia, terkait fasilitasi perdagangan antar negara yaitu mempercepat arus perdagangan global melalui transparansi dan efisiensi proses (penyederhanaan prosedur ekspor impor menjadi satu pintu)," ucapnya.

 

Dalam rangka PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), kata Agus, LNSW juga diharapkan melakukan reformasi struktural dan otomatisasi sistem lintas sektoral kementerian agar perbaikan ekonomi bisa segera diwujudkan.

 

Terkait kuliah umum dan magang, lanjut Agus, LNSW Kemenkeu RI siap mengirimkan praktisi dan tenaga ahlinya sebagai narasumber dan siap menerima mahasiswa intership dari UPNVY. Keuntungan magang di LNSW, mahasiswa bisa mengenal teknologi terkini yang digunakan dalam industri perdagangan terutama ekspor dan impor. Selain itu mahasiswa juga akan dilibatkan dalam project-project yang dikerjakan oleh LNSW.

 

"Sehingga potensi mahasiswa akan tergali dan betul-betul siap terjun ke dalam dunia kerja setelah lulus," terangnya.

 

Turut menyaksikan penandatangan MoU adalah para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, dan Kepala Lembaga dan Biro di lingkungan UPNVY bersama jajaran pimpinan LNSW.

Previous Next